
Satay by the Bay, pujasera terbuka legendaris di Gardens by the Bay, akan menutup operasionalnya untuk selamanya mulai 1 Oktober 2026.
Hari terakhir beroperasi jatuh pada 30 September 2026, dan pengumuman ini disampaikan langsung oleh pihak Gardens by the Bay lewat unggahan Facebook pada 1 September 2026.
Penutupan ini bukan tanpa alasan. Lahan yang selama ini ditempati Satay by the Bay akan dialihfungsikan untuk pengembangan Wetlands by the Bay, kawasan attraction baru seluas tujuh lapangan bola yang akan menggabungkan wisata alam, kuliner, dan seni digital immersive.
Salah satu daya tarik utama kawasan baru ini adalah museum unggulan dari teamLab yang menghadirkan pengalaman multi-sensory pedal kayak, sesuatu yang belum pernah ada sebelumnya di Gardens by the Bay.

Kalau ditelusuri lebih jauh, kisah Satay by the Bay sebenarnya jauh lebih tua dari lokasinya sekarang. Cikal bakalnya adalah Satay Club yang dipercaya sudah ada sejak akhir 1940-an di kawasan Beach Road, sebagai tempat makan malam populer sepulang menonton bioskop.
Pada 1971, Satay Club pindah ke kawasan Esplanade dan menjadi salah satu titik kumpul favorit warga Singapura, buka dari sore hingga dini hari dengan puluhan pedagang yang sebagian besar menjual sate.
Namun keramaian ini juga harus mengalah pada pembangunan kota. Tahun 1994, lokasi ini kembali digusur untuk pembangunan Esplanade Theatres on the Bay dan perluasan Nicoll Highway.
Delapan dari 28 pedagang saat itu memilih pindah ke Clarke Quay dan membentuk Clarke Quay Satay Club, yang pada akhirnya juga tutup pada 2005.
Barulah pada 2013, konsep pujasera terbuka ini dihidupkan kembali dengan nama Satay by the Bay di lokasinya yang sekarang, tepat di tepi Marina Reservoir dalam kawasan Gardens by the Bay.
Selama lebih dari satu dekade terakhir, Satay by the Bay dikenal sebagai pujasera terbuka dengan kapasitas lebih dari 1.000 tempat duduk.
Di sini terdapat aneka hidangan lokal mulai dari satay, seafood bakar, hokkien mee, popiah, rojak, hingga prata, lengkap dengan pemandangan langsung ke arah waterfront dan gedung pencakar langit Singapura.
Setelah Satay by the Bay resmi tutup, lahannya akan digabung dengan Kingfisher Wetlands yang sudah ada, area parkir, dan nursery tanaman untuk membentuk Wetlands by the Bay.
Menteri Negara untuk Pembangunan Nasional (Minister of State for Foreign Affairs and National Development) Alvin Tan sempat menyampaikan dalam sidang parlemen pada 4 Maret 2026 bahwa kawasan baru ini akan lima kali lebih luas dari Kingfisher Wetlands saat ini.
Konstruksi Wetlands by the Bay dijadwalkan dimulai pada kuartal pertama 2027, dan seluruh kawasan ditargetkan rampung serta dibuka bertahap mulai akhir 2028.
Nantinya, akan ada blok kuliner baru berkonsep dua lantai yang menggantikan peran Satay by the Bay, lengkap dengan ruang komunitas bernama Glade Lawn dan museum teamLab sebagai daya tarik utamanya.

Bagi banyak warga Singapura, penutupan ini terasa lebih personal dibanding sekadar berita relokasi tempat makan biasa.
Satay Club dalam berbagai versinya, dari Beach Road, Esplanade, Clarke Quay, hingga Gardens by the Bay, selalu identik dengan kenangan masa kecil, malam-malam bersama keluarga, dan suasana makan di ruang terbuka yang sulit ditemukan di tempat lain.
Diskusi publik yang muncul usai pengumuman ini pun banyak menyoroti pertanyaan yang sama, ke mana perginya budaya satay khas Singapura setelah titik kumpul terakhirnya ini tutup.
Ada kerinduan akan suasana yang lebih sederhana dan membumi, jauh dari kesan komersial, sesuatu yang menurut banyak orang justru menjadi daya tarik utama dari konsep satay club sejak dulu.

Kalau kamu ingin merasakan suasana Satay by the Bay sebelum benar-benar tutup, kamu masih punya waktu sampai akhir September 2026.
Pujasera ini buka setiap hari, dengan gerai minuman beroperasi mulai pukul 9 pagi hingga 10.30 malam, sementara gerai makanan buka pukul 11.30 siang hingga 10 malam pada hari kerja dan mulai pukul 9 pagi di akhir pekan.
Lokasinya ada di Waterfront Promenade, Gardens by the Bay, mudah dijangkau dari Bayfront MRT. Sambil menikmati satay dan hidangan lokal lainnya, kamu juga bisa mengabadikan momen terakhir di salah satu titik makan paling ikonik di tepi Marina Bay ini sebelum era barunya dimulai pada 2028.


