
RTS Link, kereta penghubung Johor Bahru dan Singapura yang sudah dinanti-nanti selama bertahun-tahun, kini resmi memasuki tahap testing dan commissioning.
Menteri Transportasi Malaysia Anthony Loke mengonfirmasi hal ini saat meninjau langsung stasiun Bukit Chagar pada 18 Agustus 2026, sekaligus ikut menjajal RTS Link dalam sesi uji coba.
Loke menjelaskan bahwa dari sisi fisik, kompleks CIQ dan stasiun RTS Link sudah rampung sepenuhnya. Tahap yang sedang berjalan sekarang mencakup system integration test, final testing, dan trial run, semua ini wajib dilalui sebelum layanan penumpang bisa dimulai.
Kalau kamu penasaran seperti apa rasanya naik RTS Link, awak media sempat ikut test ride pada 18 Agustus dan menempuh perjalanan dari Bukit Chagar ke Woodlands North hanya dalam waktu enam sampai delapan menit.
Rangkaian keretanya terdiri dari empat gerbong dengan tempat duduk di sisi jendela mirip MRT Singapura, plus ruang berdiri untuk penumpang yang lebih banyak.

Penumpang yang mau ke Singapura akan scan tiket di gate keberangkatan, lalu naik ke lantai atas untuk pemeriksaan bagasi, body scan, dan proses imigrasi.
Stasiun Bukit Chagar sendiri sudah dilengkapi sistem monitoring real time serta teknologi scanning canggih untuk mempercepat proses keamanan dan imigrasi, jadi arus penumpang lintas batas bisa lebih efisien meski volumenya tinggi.
RTS Link punya panjang sekitar 4 kilometer dan menghubungkan Bukit Chagar di Johor Bahru dengan Woodlands North di Singapura.
Begitu beroperasi, kereta tanpa masinis ini bisa mengangkut sampai 10.000 penumpang per jam untuk setiap arah, dengan estimasi ridership harian sekitar 40.000 penumpang.
Sampai sekarang, tarif resmi dan tanggal pasti mulai beroperasi belum diumumkan. Loke menegaskan bahwa proyek ini bersifat bilateral antara Malaysia dan Singapura, jadi pengumuman resmi soal tanggal operasional akan disampaikan bersama dengan menteri transportasi Singapura, bukan secara sepihak.
Sebagai gambaran, pada Februari 2026 sempat mencuat kisaran tarif SGD 5 sampai SGD 7 per perjalanan. RTS Operations selaku operator dijadwalkan mempresentasikan usulan tarif resmi kepada kedua pemerintah, dengan persetujuan yang perlu didapat baik dari Land Public Transport Agency Malaysia maupun Land Transport Authority Singapura.
Soal kemungkinan season pass untuk penumpang yang bolak-balik setiap hari, Loke bilang ini masih jadi pertimbangan komersial yang perlu dibahas lebih lanjut dengan RTS Operations.
Selain testing kereta, pemerintah Malaysia juga menyetujui proyek jembatan penghubung senilai RM60 juta yang akan menyambungkan langsung stasiun Bukit Chagar dengan stasiun KTM di JB Sentral. Pembangunan jembatan ini ditargetkan rampung dalam 12 bulan ke depan.
Kalau kamu sering bolak-balik Johor Bahru dan Singapura atau sekadar penasaran dengan moda transportasi baru ini, ada baiknya mulai pantau pengumuman resmi soal tarif dan tanggal peluncuran dalam beberapa bulan ke depan. Targetnya, RTS Link mulai melayani penumpang pada 1 Januari 2027.


