Syfa & Ganjar

Inilah 5 Hal yang Membedakan Tongseng & Tengkleng

Ditulis oleh Ganjar

Tongseng dan tengkleng merupakan makanan olahan daging kambing yang cukup saya sukai. Keduanya sangat populer di Indonesia karena menyuguhkan kelezatan daging kambing dalam semangkuk kuah yang hangat. Dijamin siapapun pasti tergoda saat mencium aromanya.

Buat yang belum pernah mencoba, mungkin akan merasa sedikit kebingungan dengan kedua makanan ini. Pasalnya, keduanya memiliki tampilan dan bahan yang cukup serupa. Maka dari itu, di artikel ini saya akan membahas apa saja yang membedakan tongseng dan tengkleng ini.

Asal-Usul

Tongseng dan tengkleng merupakan makanan yang berasal dari daerah Jawa, tepatnya dari kawasan Solo, Yogyakarta, Boyolali, dan sekitarnya. Makanya tidak heran jika banyak penjual kedua makanan tersebut berasal dari daerah-daerah tersebut.

Tongseng sendiri dianggap sebagai hasil dari perpaduan kuliner India dan Arab. Kuah tongseng mirip seperti kuah yang digunakan pada gulai. Seperti yang kita tahu, gulai merupakan makanan yang terinspirasi dari makanan khas India yaitu kari.

tongseng tengkleng
Tongseng dan tengkleng

Sementara itu, penggunaan daging kambing merupakan pengaruh dari imigran asal Arab yang saat itu banyak masuk ke wilayah Jawa. Para imigran tersebut sangat suka dengan daging kambing sehingga mereka menggunakan daging kambing untuk berbagai masakannya.

Istilah tongseng sendiri berasal dari kata dalam bahasa Jawa yaitu "osengan" yang artinya menumis. Istilah tersebut juga merujuk kepada bunyi gesekan alat masak saat menumisnya yang sering berbunyi "seng..seng..seng".

Di sisi lain, tengkleng dipercaya berasal dari kebiasaan masyarakat pada masa penjajahan Belanda. Pada masa itu, hanya para bangsawan dan orang-orang Belanda saja yang bisa memakan daging kambing. Para rakyat biasanya hanya kebagian sisanya saja berupa kepala, kaki, dan tulang.

Akan tetapi, masyarakat justru bisa mengolah bahan-bahan sisa tersebut menjadi sebuah masakan lezat yang kemudian disebut sebagai tengkleng. Istilah tengkleng sendiri konon diambil dari bunyi tulang kambing dan piring yang berbenturan dan menimbulkan suara "kleng..kleng..kleng".

Kuah

tongseng
Kuah tongseng
tengkleng
Kuah tengkleng

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat kuah tongseng dan tengkleng sebenarnya tidak jauh berbeda dengan bahan untuk membuat gulai. Namun ada beberapa bahan khusus yang membuat kuah keduanya sangat berbeda.

Kuah tongseng dibuat dengan tambahan kecap manis dan gula jawa. Kedua bahan tersebut membuat warna kuah tongseng menjadi lebih gelap dibandingkan kuah tongseng. Tekstur dari kuah tongseng juga terasa lebih kental dibandingkan dengan kuah tengkleng yang encer.

Untuk rasanya sendiri, kuah tongseng memiliki cita rasa yang cenderung manis. Sedangkan untuk tongseng, rasanya cenderung gurih dengan rasa kaldunya yang cukup kuat. Rasa kaldu yang kuat tersebut dikarenakan tengkleng biasanya direbus dalam waktu yang cukup lama.

Daging

tongseng ayam
Tongseng daging ayam
daging tengkleng
Daging tengkleng

Tongseng pada awalnya hanya dibuat dengan menggunakan daging kambing. Namun saat ini sudah banyak variasi tongseng yang menggunakan daging lain seperti daging sapi, daging kerbau, bahkan daging ayam pun ada.

Sementara itu, tengkleng juga pada mulanya hanya menggunakan berbagai bahan sisa dari kambing. Namun sekarang sudah sangat lazim menemukan tengkleng yang menggunakan bahan-bahan dari sapi, kerbau, dan juga ayam.

Yang membedakan keduanya terletak pada bagian daging yang digunakan. Tongseng biasanya menggunakan potongan daging utuh sedangkan tengkleng menggunakan daging yang masih menempel pada tulangnya.

Kebiasaan penggunaan daging utuh pada tongseng juga dipengaruhi oleh kebiasaan penjualnya. Tongseng biasanya dijual bersama dengan sate kambing sehingga para penjualnya lebih sering menggunakan daging yang akan dipakai untuk sate tersebut untuk olahan tongsengnya.

Jeroan

jeroan tengkleng
Jeroan tengkleng

Hal selanjutnya yang membedakan antara tongseng dan tengkleng adalah penggunaan jeroan. Olahan tongseng biasanya hanya menggunakan bagian daging saja dan tidak menggunakan bagian lainnya dari kambing.

Sementara itu, tengkleng biasanya menambahkan berbagai jeroan ke dalam olahannya seperti babat, usus, ati, paru, limpa, dan lainnya. Hal ini berbanding lurus dengan sejarahnya di mana tengkleng memang dibuat dengan berbagai macam bahan sisa olahan kambing.

Sayuran

kol tongseng
Kol di tongseng
tomat tongseng
Tomat di tongseng
cabe tengkleng
Tambahan cabe di tengkleng

Terakhir, perbedaan tongseng dan tengkleng terletak pada penggunaan sayuran. Olahan tongseng selalu menambahkan sayuran seperti kol dan tomat. Untuk menambah rasa pedas, terkadang diberikan juga potongan cabe merah ke dalamnya

Sementara itu, tengkleng dibuat tanpa menggunakan sayuran sama sekali. Potongan cabe biasanya hanya diberikan untuk menambah rasa pedas saja. Jadi, dalam satu mangkok tengkleng kita hanya akan menemukan daging, tulang, dan berbagai macam olahan dari kambing lainnya.

Nah, itu dia berbagai perbedaan dari tongseng dan tengkleng yang bisa saya jelaskan di sini. Buat kamu yang suka olahan daging kambing dengan kuah yang agak manis dan tambahan sayuran, maka tongseng bisa dijadikan pilihan.

Sementara itu, jika kamu lebih suka kuah yang gurih dan asin dengan berbagai olahan daging dan jeroan kambing di dalamnya, maka tengkleng akan menjadi makanan favoritmu.

Jika kamu ingin bertanya mengenai tempat yang pernah kami kunjungi, silakan tanyakan kepada kami di kolom komentar atau di Instagram @syfaganjarstory. Kami akan dengan senang hati menjawabnya ~
CERITA TERKAIT
TENTANG SYFA & GANJAR
Kami adalah pasangan suami istri yang sangat menyukai travelling dan kuliner. Di blog ini kami akan berbagi cerita mengenai perjalanan kami ketika mengunjungi berbagai tempat wisata serta mencicipi kelezatan dari berbagai jenis kuliner.

Selengkapnya tentang Syfa & Ganjar →
KOMENTAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Syfa & Ganjar
cross