Syfa & Ganjar

Marina Square Bakal Tutup Maret 2027, Berubah Total Jadi Kawasan Hunian Mewah dan Hotel Baru

Written by Syfa
 on 2/9/2026

Salah satu mal paling iconic di Marina Bay akan segera bersalin rupa. Marina Square Shopping Mall, yang sudah berdiri sejak 1986 dan sempat jadi mal terbesar di Asia Tenggara pada masanya, dipastikan tutup pada 31 Maret 2027 untuk membuka jalan bagi proyek redevelopment besar-besaran.

Pengumuman ini datang langsung dari Singapore Land Group (SingLand) selaku pengembang pada 1 September 2026.

Keputusan ini menyusul terbitnya izin tertulis dari Urban Redevelopment Authority (URA) di bawah skema Strategic Development Incentive (SDI) pada 31 Agustus 2026, yang memungkinkan luas lantai kotor (GFA) kawasan ini bertambah signifikan menjadi sekitar 362.493 meter persegi.

Kompleks seluas 9,2 hektare ini nantinya bakal berubah menjadi apa yang disebut SingLand sebagai hyper-mixed development pertama di Singapura, gabungan hunian, perkantoran, hotel, ritel, dan ruang publik yang saling terhubung dalam satu kawasan besar.

Akan Jadi Transformasi Total

Proyek ini dirancang oleh PLP Architecture asal Inggris bersama DP Architects dari Singapura, dan akan menambahkan tiga menara baru yang terintegrasi langsung dengan tiga hotel existing di kompleks ini, yaitu Pan Pacific Singapore, PARKROYAL COLLECTION Marina Bay, dan Mandarin Oriental Singapore.

Ketiga hotel tersebut dipastikan tetap beroperasi penuh sepanjang masa konstruksi. SingLand menyebut pihaknya sedang berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk meminimalkan gangguan operasional serta menjaga akses dan wayfinding tetap jelas bagi tamu hotel dan pengunjung.

Chief Executive Officer SingLand, Jonathan Eu, menjelaskan bahwa pendekatan hyper-mixed ini bukan sekadar menumpuk berbagai fungsi dalam satu lokasi, melainkan merancangnya agar saling memperkuat satu sama lain, dengan mal dan ruang publik menjadi platform aktivitas sepanjang hari.

Hotel Baru, Serviced Apartment, sampai Hunian Mewah

Salah satu blok baru setinggi 19 lantai akan menghadirkan hotel dengan 304 kamar yang menempati lantai empat hingga sepuluh, sementara lantai dua belas sampai sembilan belas akan diisi ruang perkantoran Grade A seluas sekitar 13.000 meter persegi. Operator untuk hotel baru ini belum diumumkan.

Ada juga blok serviced apartment setinggi 24 lantai dengan 260 unit yang menawarkan pemandangan langsung ke Marina Bay dan Bay East Garden, ditujukan untuk tamu dengan kebutuhan tinggal jangka panjang.

Yang paling mencolok tentu saja menara residensial setinggi 49 lantai dengan ketinggian lebih dari 190 meter.

Menara ini akan berisi 204 unit hunian mewah berukuran besar, mulai dari apartemen tiga hingga lima kamar tidur sampai penthouse, lengkap dengan akses ke seluruh fasilitas hospitality, ritel, wellness, dan budaya di kawasan ini.

Mal Tetap Ada, Tapi dengan Wajah Baru

Meski disebut redevelopment, Marina Square Shopping Mall sendiri tidak akan dihancurkan total. Bangunan mal setinggi empat lantai ini akan menjalani asset enhancement initiative besar-besaran yang mencakup lebih dari 76.000 meter persegi GFA, dan strukturnya akan dipertahankan sebagai bagian dari pendekatan whole-life carbon yang diusung SingLand.

Ke depannya, mal ini akan diposisikan sebagai penghubung utama antara hotel, perkantoran, hunian, serviced apartment, dan ruang publik di kawasan tersebut.

Konsep tenant mix-nya pun bakal bergeser ke arah food and beverage yang lebih beragam, olahraga, wellness, dan gaya hidup, lengkap dengan area hijau yang ramah hewan peliharaan.

Ada pula taman publik seluas 6.500 meter persegi di atas Stamford Canal, extension lanskap hijau yang menyatu ke dalam mal lewat teras di lantai dua dan tiga.

Belum lagi The Cube, venue acara seluas 700 meter persegi di sepanjang Raffles Boulevard, dan The Oculus, atrium sentral seluas 300 meter persegi di dalam mal.

Konektivitas kawasan juga bakal ditingkatkan lewat jalur pejalan kaki beratap yang menghubungkan Marina Square dengan One Raffles Link, Millenia Walk, Suntec City, sampai NS Square yang sedang dibangun.

Kabar yang Bikin Kaget Penyewa dan Pengunjung Setia

Buat kamu yang sering nongkrong di Marina Square, pengumuman ini datang cukup mendadak. Sejumlah penyewa mengaku baru mengetahui rencana penutupan ini pada pagi hari pengumuman, bahkan ada yang mendengarnya lebih dulu dari pelanggan sebelum menerima notifikasi resmi dari manajemen mal.

Salah satu penyewa yang terdampak adalah pemilik gerai trampolin Prestique Studio, yang kontraknya baru berakhir Desember 2027, jauh setelah tanggal penutupan mal. Ia mengaku belum mendapat opsi relokasi dan masih menunggu kejelasan lebih lanjut soal kompensasi dan rencana ke depan.

Bukan cuma pelaku usaha, orang tua yang biasa mengajak anak bermain di Marina Square juga ikut resah.

Wahana bermain indoor favorit keluarga seperti Pororo Park dan VroomTown Driving City bakal ikut hilang begitu mal tutup, dan sampai saat ini belum ada kepastian apakah keduanya akan pindah lokasi.

SingLand menyatakan akan terus mengadakan berbagai acara dan aktivitas di mal menjelang penutupan untuk menjaga trafik pengunjung dan mendukung penjualan para penyewa yang masih bertahan.

Sekilas Perjalanan Marina Square

Marina Square dibangun pada 1985 di atas lahan reklamasi Marina Centre dan resmi dibuka pada 1986 dengan luas ritel 59.000 meter persegi, menjadikannya mal terbesar di Singapura sekaligus Asia Tenggara pada masanya.

Selama hampir empat dekade, mal ini sudah beberapa kali direnovasi, mulai dari perluasan ke 100.000 meter persegi hingga kehadiran Dining Edition dan berbagai tenant baru yang mengikuti perkembangan zaman.

Kalau kamu punya banyak kenangan belanja atau nongkrong di Marina Square, waktu sekitar satu setengah tahun ke depan jadi kesempatan terakhir untuk menikmati mal ini dalam wujudnya yang sekarang, sebelum berubah jadi kawasan hyper-mixed development yang ditargetkan rampung pada 2031.

Jika kamu ingin bertanya mengenai tempat yang pernah kami kunjungi, silakan tanyakan kepada kami di Tiktok, Instagram, atau Twitter/X. Kami akan dengan senang hati menjawabnya ~
CERITA TERKAIT
TENTANG SYFA & GANJAR
Kami adalah pasangan suami istri yang sangat menyukai travelling dan kuliner. Di blog ini kami akan berbagi cerita mengenai perjalanan kami ketika mengunjungi berbagai tempat wisata serta mencicipi kelezatan dari berbagai jenis kuliner.

Selengkapnya tentang Syfa & Ganjar →
KOMENTAR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Syfa & Ganjar
English Version
cross